Next Level (Inspirasi)

on Tuesday, July 2, 2013
Yups, setelah dirundung berbagai hal sepanjang beberapa bulan terakhir, sedih, senang, smuanya campur aduk. Dulu pernah saya baca cerita yang menginspirasi, dan entah kenapa skarang ini saya inget lagi sama cerita itu, cerita yang menurut saya bagus klo disharing disini. Secara detil saya ga inget ceritanya, tapi kisah ini menurut saya cukup memberikan inspirasi bagi orang-orang yang sedang dirundung masalah. Oks bgini ceritanya :



Kisah ini diperankan oleh seorang remaja yang dalam perjalanan hidupnya mengalami banyak cobaan dan masalah, hingga suatu saat dia tidak dapat bertahan lagi dan mengeluhkan masalah yang dihadapi kepada orang tuanya. Remaja itu mengeluhkan bahwa permasalahan slalu datang terus menerus, selesai yang satu datang lagi masalah yang lain, seakan-akan tidak mau membiarkan dirinya beristirahat.

Lalu Ayahnya yang seorang juru masak sebuah restoran menatap remaja itu dan berdiri, mengajak anaknya ke dapurnya. Dengan wajah kebingungan anak itu mengikuti ajakan ayahnya itu, Lalu ayahnya mengambil 3 buah panci serta mengisinya dengan air dan merebus ketiga panci tersebut. Anak itu memperhatikan yang dilakukan oleh ayahnya dengan wajah keheranan.

Sambil merebus air itu, sang ayah meminta anaknya mengambil wortel, telur dan biji kopi dari lemari penyimpanan ayahnya, dan meminta anaknya untuk memasukan ketiga bahan itu ke masing-masing panci rebusan. Anak itu mengikuti perintah ayahnya sambil memendam rasa keheranannya dan penuh tanya, apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya, padahal diri anaknya sedang dalam masalah.

Kira-kira setengah jam kemudian, sang ayah mengambil hasil rebusan tersebut, dan memindahkan ke piring. Mengajak anaknya ikut melihatnya dan bertanya "apa yang kamu lihat dari ketiga bahan ini?"

"wortel, telur dan biji kopi" jawab sang anak dengan penuh keheranan. "apa maksud ayah?" tanyanya

Sang ayah tersenyum kepada anaknya dan mengatakan "ketiga benda ini mengalami hal yang sama, ketiganya direbus pada suhu yang sama, 100 derajat celcius, tapi ketiganya mempunyai reaksi yang berbeda".

"Wortel pada mulanya keras, namun setelah direbus menjadi sangat lunak, telur sangat rapuh, cairan didalamnya dilindungi oleh cangkang yang rapuh, lalu bagaimana dengan kopi?" papar sang ayah. "Kopi sangat berbeda malah unik, semakin direbus semakin kuat lah dia, kuat rasa dan aromanya. jadi yang manakah dirimu nak? tanya sang ayah.
Dari paparan cerita ini yang mau saya sampaikan adalah, janganlah menjadi wortel yang menjadi lunak ketika direbus, artinya adalah janganlah menjadi manusia yang rapuh, lunak dan lemah dikala menghadapi suatu permasalahan.

Dan janganlah menjadi telur yang didalam tampak lembut, tapi ketika direbus menjadi keras namun rapuh, sama seperti kehidupan janganlah ketika mendapat permasalahan menjadi orang yang keras, menutup diri, meskipun dari luar kita terlihat sama.

Namun jadilah biji kopi yang semakin kuat rasa dan aromanya. Ketika menghadapi permasalahan jadikanlah dirimu menjadi kuat dan naik ke NEXT LEVEL. Percayalah permasalahan yang Tuhan berikan bukan untuk menyakitimu, tapi mendidikmu untuk membentuk diri menjadi lebih tangguh dan lebih baik lagi. Karna itu bersyukurlah kita menghadapi permasalahan maupun pencobaan.





Mudahnya mengurus Pembayaran Pajak Motor di Samsat Ciputat


Hellow Prends, saya mo bagi info yang selama ini saya sndiri aja salah kaprah. Nah info yang mo saya bagi ini rupanya udah bukan rahasia umum lagi, tapi masih banyak orang yang belum menyadari, yakni kemudahan dalam pembayaran pajak motor di kantor samsat, kebetulan domisili saya di ciputat (tangerang selatan).

Awalnya untuk kepengurusan pembayaran pajak ataupun perpanjangan STNK, saya slalu minta bantuan orang lain, kebetulan ingin berbagi rejeki dengan temen orantua  yang sudah pensiun dan tidak ada penghasilan tetap. Jadi saya coba bantu dengan minta dia yang ngurusin, termasuk untuk ngurusin kendaraan orangtua dan kk saya juga minta bantuan dia. Tapi makin lama dia sering minta bayaran dinaikin yang ujung-ujungnya malah lebih mahal daripada biaya pajak yang saya bayar. Ya alhasil jadinya saya putuskan untuk coba mengurus sendiri deh.

Langsung aja ngacir ke kantor Samsat Ciputat yang berlokasi di Jl. RE Martadinata, klo dari arah pasar ciputat ada di sebelah kanan jalan. Sampe disana jam 07.30, sebaiknya prends langsung parkir di samping, terus langsung ke fotokopian di blakang samsat, bilang aja tuk urus pembayaran pajak, nanti langsung difotokopiin 1 rangkap plus dikasih map warna kuning, biayanya Rp.5.000,-. Setelah itu masuk ke samsat, bawa map ke loket pendaftaran, biasanya cukup tinggalin mapnya ditumpukan, setelah itu dipanggil dan dikasih formulir, prends ga perlu ngisi formnya, langsung aja ke lantai 2 menuju loket 2.3 loket pelayanan perpanjangan, taro formulirnya, sambil nunggu dipanggil, jangan lupa tunjukin BPKB klo sudah dipanggil, klo sudah langsung menunggu ke loket penyerahan notice, disana akan diserahkan SPPKB (Surat Pendaftaran dan Pendataan Kendaraan Bermotor). Setelah itu menunggu ke loket 2.4 Pembayaran / kasir SPPKB, sampai disana lakukan pembayaran sesuai dengan yang tertera pada pajak STNK, SPPKB akan distempel oleh petugas loket. Dan finally menunggu ke loket 2.5 Penyerahan STNk…dan selesai. Waktu pemrosesan yang saya perlukan kira-kira 30 menit, sebaiknya prends dateng dari pagi yaaaa.

Nah setelah mencoba melakukan pembayaran sendiri ternyata prosesnya lebih mudah daripada minta orang lain yang urusin. Meski ada temen yang bilang mending lewat calo aja, bisa murah, dan trima beres. Tapi ada yang dapet pengalaman klo uangnya ga disetorin, pas ngurus sendiri malah jadi harus bayar tunggakan, jadi lebih baik urus sendiri kan, toh kualitas layanan dah ditingkatkan.

"It's Not About Time, But Respect"

on Wednesday, March 27, 2013
Hiiii .... ! (^o^)/
Sudah lama sekali ga ngepost disini. Trakhir ngepost ya bulan Desember tahun lalu, uda 2 bulan lebih ya. Ha3x. Berhubung lagi padet n banyak persiapan tuk kembali jadi anak sekolah, alhasil ga sempet deh ngepost2 kemari lagi. Tapi namanya juga aktivitas pasti ada waktu senggangnya ya, nah skarang mo sharing lagi disini, langsung saja balik ke judul di atas. Yups, tema yang diambil skarang "It's Not About Time, But Respect".



Seringkali kita mendengar "(Ga) On Time", "ngaret", ato "telat karna macet" n bla bla bla.
Sadarkah teman2 klo masalah ketepatan waktu bisa pengaruh ke persepsi orang? Nah disinilah kalimat pada judul postingan ini bermakna.

Kalimat "It's Not About Time, But Respect", kalimat ini dikemukakan oleh Billy Boen, lalu siapakah Billy Boen ini? Dia adalah seorang pebisnis muda yang menjadi pimpinan di beberapa perusahaan, mugnkin ada yang pernah mendengar Berca Sportindo, Oakley, Grup MRA, dan Rolling Stone Indonesia. Skarang dia mendirikan YOT (Young On Top) Nusantara. Pada usianya yang 30 tahun dia menerbitkan buku yang berisikan 30 kunci sukses di usia muda,

Apabila kamu datang tepat waktu, artinya kamu menghormati orang yang akan bertemu dengan kamu. Dan tidak hanya itu, kamu juga telah menghargai diri kamu sendiri karena berhasil memenuhi jadwal yang sudah kamu buat sebelumnya“.- Billy Boen
 Seringkali kita punya janji dengan orang lain, entah janji untuk bertemu atau janji yang lain. Ilustrasinya bisa disampaikan seperti ini :
 hari ini saya memiliki janji untuk bertemu dengan teman lama saya jam 11.00, selain bertemu dengan teman saya tersebut, saya juga punya janji bertemu dengan rekan bisnis saya jam 13.00 di lokasi yang berbeda. Bisa temean-teman bayangkan jika janji bertemu dengan teman saya tersebut tidak on time?maka yang terjadi adalah janji tuk bertemu rekan bisnis pun bisa jadi mengalami keterlambatan, yang mungkin pada akhirnya saya akan kehilangan prospek bisnis yang ada di depan mata. Selain itu sudah tentu teman saya maupun rekan bisnis saya punya kesibukan mereka masing-masing yang tidak saya ketahui. Bisa jadi keterlambatan pertemuan tersebut mengganggu schedule yg sudah mereka rencanakan.
 Nah dari ilustrasi diatas dapat kita lihat pentingnya untuk on time. Karna itu berusahalah untuk on time prend. ^_^




Letakan Gelasnya (Kisah penuh Inspirasi)

on Wednesday, December 19, 2012
Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan seorang teman lama dan bercakap-cakap sejenak, dia menceritakan tentang pengalaman hidupnya serta sebuah kisah yang dia dapatkan dari temannya juga. Lalu dia menceritakan kisah itu kepada saya. Kisahnya sangat menarik dan penuh inspirasi.

Pernahkah teman-teman mengalami perjalanan hidup yang berat,sampe terkadang bikin stress, tertekan, gara-gara lagi ada problem bikin kerjaan kantor ga beres, belajar ga bener, malah ada orang-orang yang tidak sanggup menghadapi hingga akhirnya menjadi depresi. Nah mungkin kisah ini dapat membantu anak dalam bertindak, setidaknya memberi pemikiran baru tentang menghadapi permasalahan.

Ini hanyalah sebuah kisah singkat yang mungkin dapat merubah hidup teman-teman. Mari kita simak.

Dalam sebuah kelas, terlihat seorang Dosen, mungkin bisa dibilang Professor. Professor tersebut sedang memegang sebuah gelas di tangan kanannya yang berisikan air, mungkin setinggi bahunya diangkatnya gelas itu. Sambil berkata kepada peserta didiknya. "Menurut kalian semua berapakah berat gelas ini?", Tentu saja peserta didiknya menjawab berbeda-beda, ada yang bilang 50gram, ada yang bilang 100gram, malah ada yang 125gram.

Lalu sang Professor berkata, "Saya tidak tahu beratnya bila saya tidak menimbang gelas tersebut."  Beberapa peserta tersenyum dan tertawa mendengar perkataan Professornya. Sang Professor kembali mengatakan "Tapi, yang ingin saya tanyakan adalah, apa yang akan terjadi jika saya terus memegang gelas ini dalam beberapa menit kedepan?". Spontan peserta merespon pertanyaan tersebut dengan "tidak ada".

"Ok .." jawab sang Professor, "Bagaimana jika saya memegangnya seperti ini terus dalam sejam? tanya Professor.

Salah seorang peserta berdiri dan berkata "Lengan anda akan mulai gemetar". Langsung saja Professor menjawab "Benar ... Lalu apa yang akan terjadi bila saya terus memegangnya seperti ini seharian?" 

Peserta tadi kembali menjawab "Lengan anda akan mulai mati rasa, dan tegang pada otot, mungkin anda perlu berobat ke Rumah Sakit". Jawaban terus spontan ditertawakan oleh peserta didik lainnya.

Sang Professor tersenyum puas, dan berkata "Sangat bagus sekali, tapi selama saya memegangnya seharian, apakah akan merubah berat dari gelas itu?. Kali ini semua peserta didik berkata "Tidak". 

"Kalo bgitu, apa yang menyebabkan tangan saya gemetar, mati rasa, tegang pada otot> tanya Professor kepada peserta didiknya. Tanpa respon dari pesertanya, Sang Professor melanjutkan tanyanya "Apa yang harus saya lakukan untuk menghilangkan rasa sakit tersebut?"

Kali ini salah satu peserta didik merespon pertanyaan tersebut "Turunkan gelasnya, Prof."
"Tepat sekali: Jawab Professor dengan penuh semangat. Sang Professor melanjutkan "Permasalahan hidup sama seperti apa yang saya lakukan, pikirkan permasalahan yang anda hadapi salam beberapa menit, anda masih dapat menghadapinya dan mungkin saja semuanya akan baik-baik saja. Dan bagaimana bila anda memikirkan permasalahan tersebut terus-terusan dalam waktu panjang, anda semua akan menganggapnya sebagai beban, yang pada akhirnya mengganggu aktivitas anda. Dan bagaimana jika anda terus menerus memikirkannya permasalahan yang anda hadapi jauh lebih lama lagi?apa yang akan terjadi?" Semua peserta terdiam mendengar perkataan sang Professor.

Professor melanjutkan, "Memang penting untuk meyelesaikan permasalahan tersebut, tapi jauh lebih penting untuk 'meletakkan' permasalahan itu setiap hari sebelum kita tidur. Dengan begitu anda tidak akan stres ketika bangun setiap harinya, merasa segar, kuat, dan dapat mengatasi berbagai persoalan tantangan yang datang."
Yups semoga kisah ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua,
Untuk teman-teman yang mau nonton videonya ada di bawah ya, selamat menikmati dan have a nice day.






The Power of Words

on Tuesday, December 18, 2012
Yups dari judulnya mungkin dah pada tahu, "The Power of Word", ato bisa juga dibilang kekuatan sebuah kata-kata, saya coba memaparkan hal ini karena beberapa minggu yang lalu ada seorang pembicara yang mengatakan kepada saya bahwa "apa yang kita ucapkan, maka itulah yang akan membentuk dunia kita", lalu saya coba browsing-browsing dan menemukan video yang menarik, dan merupakan judul dari post saya kali ini.

Video pertama dengan judul "The Power of Word" dengan sub tema 
Dalam video ini coba menyajikan seorang kakek yang tengah duduk dipinggiran jalan, mungkin bisa dikatakan dia mengemis untuk meminta uang dari orang-orang yang berlalu lalang, sambil terus berharap ada orang yang mau memberikan sedekah bagi dirinya. Di samping kakek tersbut adat kertas kardus yang bertuliskan "I'm Blind, Please help". Ada orang yang lewat memberikan uang, namun ada juga yang tidak peduli. Tapi semuanya berubah ketika lewat seorang wanita, entah kenapa wanita itu tertarik untuk merubah kata-kata pada kertas kardus itu menjadi "It's a beautiful day, but i can't see it". Lalu apakah yang terjadi? coba teman-teman saksikan videonya.


Videonya sangat menarikkan, memberikan suatu message buat kita dalam menjalani kehidupan, perbedaan kalimat mengakibatkan efek yang berbeda, klo kalimat kedua saya melihatnya ada penyampaian hal positif dan ada rasa bersyukur. Bandingkan dengan kalimat pertama.

Dan ternyata ada film keduanya juga loh. Apa yang disampaikan pada film kedua sebenarnya tidak berbeda jauh dengan yg pertama. langsung diliat skalian aja ya ^_^.